Wahai seseorang yang telah tertulis
di Lauhul Mahfuz,
Engkau yang akan bersamaku dalam
perjalanan nanti
Apakah yang sedang kau lakukan
disana ?
Aku percaya kau sedang menempa
dirimu dalam beribu cobaan dengan menelantarkan dirimu sendiri pada medan
dakwah & poblematika ummat, , ,
Mencampakkan jauh egomu,
Membaktikan dirimu untuk ummat
Aku percaya kau sedang mengkaji,
Kau sedng belajar, belajar ilmu
dunia terutama ilmu akhirat
Yang akan kau gunakan dalam
mendidiku dan buah hati kita nanti, , ,
Aku percaya Al-Qur’an selalu ada dalam hatimu
Selalu terucap dari bibirmu dan
zikir selalu melantun menemani langkah jihadmu,,,
Aku percaya kau sedang menundukan
pandanganmu,
Menjaga hatimu, dan mencampakan hawa
nafsumu, , ,
Aku percaya kau sudah merancang
hidupmu
Hidup kita, keluarga kita, nantinya
juga untuk dakwah
Untuk ummat dan hanya karena Nya, ,
,
Aku percaya kau sedang memantaskan
diri
Dan terus memperbaiki diri disana,
Dibelahan bumi maupun kau berada, ,
,
Akupun percaya wahai calon imamku
Aku sedang belajar, belajar menempa
diri
Menjauhkan egoku demi ummat
Membaktikan diriku untuk orang lain,
Agar baktiku padamu pun sempurna, ,
,
Aku sedang belajar, meniti
kehidupanku
Meniti cita-cita duniaku, meniti
cita-cita akhiratku,
Agar kelak keluarga islami dan
keluarga Qur’ani
Yang aku inginkan,g
Dapat ku bangun bersamamu
Karena kau tahu ? meskipun kau
imamku,
Ibu adalah madrasah pertama bagi
mujahidah kecilnya nanti., , ,
Aku sedang belajar menjaga diri,
menjaga pandangan, dam hatiku
Agar ketika kau memilki hati ini,
Hati ini masih utuh sempurna hanya
untukmu , , ,
Aku sedang menempa diri,
Untuk menjadi tempatmu membagi
resah,
Seseorang yang akan dating padanya,
Saat kau tak tahu lagi, akan datang
pada siapa seseorang yang menguatkanmu dan menggenggam selalu ditanganmu dalam
perjalanan jihadmu , , ,
Akupun ingin menjadi Aisyahmu
Seorang yang membuatmu tersenyum
Dan kembali ceria saat penatmu
datang
Seorang yang menyerap ilmu darimu
dengan sempurna dan membenarkan apa-apa yang salah dalam lakumu,
Seseorang yang mencintamu dengan
cemburunya namun kau rasakan sakitnya, saat ia tersakiti
Hingga kau katakana padanya
“ Janganlah kau sakiti aku dengan
cara menyakiti ‘ Aisyah’ “
Aku ingin menjadi Fatimah,
Yang tak kau bagi cintamu pada yang
lain
Bukan karena aku tak percaya
Kau tidak dapat berlaku adil, tapi
Karena aku ingin mencintaimu dengan
sempurna
Tanpa di ganggu oleh cemburuku !!!
Tak kalah lagi, aku ingin menjadi
seperti Ibunda Hajar,
Yang tak gentar saat kau tinggalkan
di padang pasir tandus dengan seorang bayi mungil dipelukan
Tak takut akan kehilanganmu,
karena keyakinanku pada Rabbku lebih besar dari pada yakinku padamu,
Cintaku padamu takkan mengalahkan
Cintaku pada Rabbku , , ,
Usahaku tidak mudah begitupun
usahamu
Ku yakin itu, maka tetaplah dalam
jihadmu
Tetaplah dalam usahamu, Tetaplah
dalam Ikhtiarmu
Aku yakin kau kuat disana, dan
doakanlah agar akupun kuat disini dalam ikhtiarku, , ,
Bawalah aku dalam jihad dan
Ikhtiarmu,,
Hingga saatnya kita bertemu dakam
ikatan suci
Menyempurnakan separuh dien,
Dan kita akan melanjutkan jihad kita
bersama, , ,
Dan nanti terimalah aku apa
adanya
Jika aku belum bisa menjadi
Khadijahmu, Aisyahmu atau bahkan Ibunda Hajar mu, Tapi bimbinglah aku menjadi
seperti mereka,,
Dan kita bimbing bersama mujahid
muda kita nanti untuk melanjutkan perjuangan kita , , ,
Teruntukmu yang ada disana,
Kuatkanlah dan bersabarlah,,,
Bawalah aku dalam do’a dan sujudmu,
Agar cinta kita nanti, Hanya karena
Nya , , ,
Aamiiin Ya Rabbal’alamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar