18 Januari 2014
adalah hari yang cukup bersejarah buatku. Hari itu adalah hari dimana aku
berhasil menemukan orang-orang yang tidak hanya ada di saat aku susah, tapi
saja ada saat aku senang. Aku bukan tipe orang yang menganggap bahwa mencari
teman yang sehati itu mudah, bak mencari puingan-puingan kertas di tempat
sampah. Tapi bagiku pribadi, teman yang sehati itu mencarinya gampang-gampang
susah. Gampang karena dia ada di sekeliling hidupku, tapi susah karena aku
harus memilahnya satu per satu. Dan, aku pun tak sia-sia. Nyaris 2 tahun
lamanya sejak aku menginjakkan kaki di kota baru, dengan suasana yang berbeda
dan status mahasiswa ternyata baru aku temukan siapa temanku sebenarnya pada
“18 Januari 2014”. Rasanya, goresan pena yang kuurai pun tak cukup melukiskan
betapa berartinya kedua sahabatku dalam keseharianku. Hampir 24 jam aku
habiskan waktu bersama mereka dan di hari itu dari pukul 05.30 ketika aku
menghampirinya ke kos nya untuk berangkat bersama menuju kampus hingga pukul
19.30 disaat mereka mengantar aku pulang menuju kampung halaman tercinta. Air
mata pun tak terasa menetes di penghujung senja kala aku berpamitan pada
mereka. Lelahnya hari itu seolah terbayar dengan kesuksesan dan kebahagiaan.
Hingga tiba saatnya aku pulang,
damainya pelukan mereka membuat aku tak kuasa menahan air mata dan ingin
rasanya aku membatalkan kepulanganku. Namun, aku takkan mungkin melakukan hal
itu, karena aku tahu jauh di sana ayah dan ibuku telah sangat merindukan
kepulanganku untuk bertemu dengan putri kecilnya yang telah beranjak dewasa.
Akhirnya dengan sangat berat hati sembari menahan air mata agar tak semakin
deras mengalir membasahi pipi, aku pun beranjak pergi meninggalkan mereka yang
masih termenung melihat derap langkahku yang semakin jauh meninggalkan mereka.
Sahabat-sahabatku.. aku tahu
perbedaan yang terbentang diantara kita dan aku pun menyadari perbedaan itu.
Kita berasal dari suku yang berbeda, bahasa, dan adat yang berbeda pula. Namun,
itu tak menghalangi aku untuk menjadikan kalian sahabat-sahabatku. Aku tak tahu
perasaan apa ini. Yang aku tahu aku hanya butuh kalian disini, temani aku untuk
melewati kerasnya ujian hidup ini. Sahabatku.. taukah kalian bahwa ketika ulang
tahunku ke-20 memang banyak ucapan selamat yang masuk ke inbox hp ku. Namun,
yang sangat tersentuh adalah sms dari kalian berdua yang hingga kini masih ada
dalam inbox hpku. Aku menyimpannya bukan tanpa alasan, tapi karena dengan itu
aku bisa mengobati rasa rindu pada kalian saat pandangan mata tak bertemu atau
kala raga tak lagi bersatu. Dan, yang aku lakukan kala rindu ini semakin
membuncah di dada hanyalah melihat foto-foto kenangan tentang kita bertiga yang
telah aku ukir indah dan aku abadikan semua dalam jepretan lensa. Rasanya aku
tak tahu apa yang akan terjadi esok jika tanpa kalian. Hanya satu hal yang
harus kalian tahu “kalianlah berdua alasanku untuk tetap bertahan disini. Dan,
karena kalianlah aku bisa bertahan menghadapi ujian hidup yang datang silih
berganti.”
Sahabatku.. aku masih ingat benar
dalam benakku kala masalah dan problema hidup sempat mengganggu konsistensiku
di bangku kuliah. Saat itu aku benar benar merasa bahwa aku sedang berada
dijurang terbawah dan rasanya aku tak sanggup buat kembali bangkit dan berdiri.
Namun, saat itu kalian datang dengan menghiburku dan mendengarkan semua keluh
kesahku, walau aku tahu saat itu kalian pun tak tahu bagaimana cara memecahkan
masalahku. Kesabaran kalian menemaniku, kegigihan kalian disampingku, dan rasa
saling memiliki satu sama lain, membuat aku merasa kalian berdua jauh lebih
berharga dari setumpuk emas permata. Sahabatku… jangan pernah lelah menemaniku,
jangan pernah letih untuk selalu mengoreksi setiap detik kekhilafanku, jangan
pernah berhenti untuk mengingatkanku, jangan pernah bosan untuk mendengarkan
setiap keluh kesahku, dan jangan pernah meninggalkan aku hingga tiba masanya
nanti perpisahan kita yang sebenarnya. Walau kelak kita pasti akan berpisah,
walau nantinya kita akan temukan pasangan hidup masing-masing, walau akhirnya
kita akan menggapai mimpi, tetaplah bersama selamanya habiskan waktu bersama
hingga nyawa terpisah dengan raga dan semoga kita akan bertemu lagi melanjutkan
serpihan kenangan yang kemarin dan merangkainya menjadi balutan kisah indah tak
terlupakan saat kita sukses nanti. Terima kasih sahabat… kalianlah nyawaku yang
telah berarti dalam sepenggal episode perjalananku. Kalianlah serpihan denyut
nadiku yang terpisah dalam bumi Indonesia. Terima Kasih Ya Rabb karena Engkau
telah mengirimkan aku dua malaikat yang berarti dalam jejak langkahku di bumi para
nabi-Mu.
Semoga Allah
SWT. Senantiasa melindungi kita dimanapun kita berada. Amin… J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar