Berbicara mengenai wanita, tentu saja kita akan
berbicara tentang cinta. Seperti kita ketahui, makna cinta dalam hidup ini
sangat luas. Sebelum masuk dalam diskusi tentang cinta, sejatinya kita sudah
mengenal cinta dan kehidupan yang saling berkaitan. Tanpa cinta, hidup memang
tak ada artinya. Tapi, justru banyak orang mengatakan kalau hidup sangat kejam
ketika kita tak bisa mendapatkan segenggam cinta dari orang yang kita sayang.
Itu adalah sebuah persepsi yang sangat tidak masuk akal. Hidup adalah sebuah fatamorgana
yang didalamnya berisi sebuah cinta, cinta yang tulus dari hati dan tak bisa
terganti. Hidup selalu mengajarkan kita untuk menjadi lebih dewasa. Kehidupan
bukanlah kisah yang berisi kekejaman atau kekerasan, tapi hidup adalah sebuah
perjalanan yang indah dan menyenangkan. Mengapa demikian ?? karena didalamnya
ada cinta, dan ini yang terpenting ! Dunia memiliki seorang ciptaan Tuhan yang
sangat lembut, halus, berhati mulia, dan seorang bidadari dunia. Dialah wanita,
makhluk Tuhan yang nyaris sempurna dengan seribu satu kelebihannya. Dari
rahimnyalah lahir penegak agama dan syariat Tuhan, seperti Nabi Isa AS, Nabi
Ibrahim AS, Nabi Muhammad SAW, dan yang lain-lain. Dari didikannyalah lahir
generasi muda bertalenta, penggerak revolusi dunia. Dan dari cintanyalah, lahir
wanita-wanita hebat yang kukuh setia pada cintanya sampai malaikat izrail
memanggil ‘tuk kali terakhirnya. Selama ini, kita tak pernah menyadari, bahwa
wanita adalah kunci kesuksesan dunia. Keteguhannya dalam menjaga cinta hingga
dibawa mati, membuat kita tersengat dengan kehidupannya yang sungguh berliku,
dan penuh dengan deraian air mata. Tapi, lagi-lagi wanita menunjukkan
kehebatannnya. Bagaimana bisa ??? banyak wanita yang rela melepaskan kekasih
hatinya demi ingin melihat orang yang dicintainya bahagia dengan pilihannya. Ia
sama sekali tak pernah menyesal ataupun menangisi keputusannya. Ia justru
bahagia melihat orang yang dicintainya tersenyum bahagia. Walaupun ia tahu, ia
pasti akan sangat menderita karena telah kehilangan separuh jiwanya. Namun,
inilah bukti betapa tulus dan sucinya cinta seorang wanita. Cintanya sungguh
tanpa syarat. Ia rela menderita dan rela merobek hatinya sendiri demi sang
pujaan hati. Ia rela menangis berhari-hari, demi sebuah nama yang akan selalu
dicintainya hingga mati.
Tak hanya itu, saat sang pujaan hati
melabuhkan pilihannya dengan orang lain, ia adalah orang pertama yang
merestuinya. Ia orang pertama yang akan mengucapkan selamat kepada mantan
kekasihnya. Dan, ia akan berkata pada kekasih sang pujaan hati, “aku titip dia
dalam hatimu. Jaga dia untukku. Cintailah dia seperti dia mencintaimu, dan
jangan kau sakiti hatinya seperti dia pernah menyakitiku. Setialah kepadanya,
karena sesungguhnya kau akan dapat balasan atas apa yang t’lah kau lakukan.”
Sepenggal kalimat yang bisa diucapkan dengan sangat tegas seolah tanpa
keraguan, dan bahkan dengan hati yang ditabah-tabahkan. Hanya bibir wanitalah
yang bisa mengucapkan kata-kata itu. Saat kalimat itu meluncur indah dari
bibirnya, ia tak pernah menunjukkan akan rasa sedihnya. Itulah kehebatan
wanita. Cintanya yang sangat besar, mampu menutupi segala kerisauan dan
kegundahannya. Hanya seorang wanitalah yang mampu berpura-pura tersenyum, dan
akan menunjukkan ketangguhan hatinya dihadapan orang yang dicintainya. Namun,
jangan salah jika wanita mampu meneteskan air mata yang mengalir dari kelopak
matanya tanpa henti. Ia akan menangis bahkan bisa mengingkari hatinya saat ia
sendiri. Sejatinya, setiap wanita tentu tak ingin jika ada yang lebih baik
darinya dan mampu menggantikannya di lubuk hati lelaki yang dicintainya. Tapi,
yang membuat kita malah berbangga padanya adalah ia rela membohongi suara
hatinya dengan mengatakan, “aku turut berbahagia untukkmu”. Inilah alasan mungkin mengapa wanita jauh
lebih mulia daripada kaum lelaki. Tak hanya itu saja, seorang wanita rela
melakukan apapun demi orang-orang yang disayanginya. Walau ia sadar, nyawalah
taruhannnya. Dan, lagi-lagi wanita tak kan pernah mundur dari keputusan yang
telah dibuatnya.
Selain itu, kita tak pernah menyadari,
saat wanita melepas masa gadisnya, menikah dengan seorang pemuda yang sangat
dicintainya, pasti akan membuatnya sangat bahagia. Bagi seorang wanita,
berbakti pada suaminya dengan sepenuh jiwa dan raga, imbalannya tentu adalah
surga. Ketika mereka menikah, mereka akan menikmati status baru sebagai seorang
istri. Melayani suami sepenuh hati adalah tugas baru yang diembannya ketika
menjadi seorang istri. Tapi, setiap wanita pasti akan berpikir untuk memiliki
keturunan dari rahimnya sendiri. Kehidupannya akan terasa lebih lengkap dan
seru, ketika ia menjadi seorang istri dan seorang ibu. Itulah impian semua
wanita di dunia. Tapi, ingatlah seindah-indahnya rencana kita, pastilah rencana
Tuhan tetap yang terindah. Kita tak akan pernah bisa menolak takdir yang telah
Tuhan gariskan pada hamba-hambanya. Bagaimana jika ada seorang wanita yang
ternyata ditakdirkan Tuhan tak bisa memiliki buah hati karena gangguan rahim
atau masalah yang lain. Tentu, ini adalah sebuah pil pahit yang harus diterima
oleh setiap wanita manapun didunia ini tanpa terkecuali. Tentu wanita akan
menangis dan menyesali dirinya sendiri. Ia seolah merasa tak lagi sempurna,
karena tak bisa mengandung buah cintanya dengan sang suami. Walau berulang
kali, suaminya mengatakan, “istriku, apapun yang terjadi padamu, aku akan setia
pada janjiku untuk selalu mencintaimu. Walau pada akhirnya, kau tak bisa
memiliki seorang anak, jujur aku lebih memilih setia padamu, dibandingkan aku
harus menyakiti perasaanmu dengan menduakan cintamu”. Ataupun, doa seorang
suami disepertiga malam, “Ya Allah.. cukupkanlah aku hanya dengan memiliki
seorang istri saja. Kukuhkanlah ikatan cinta diantara kami berdua. Jagalah
hatiku untuk selalu setia pada istriku. Dan, ijinkan kami menjadi sepasang
kekasih hingga di akhirat nanti”. Di mana-mana, ketika seorang istri mendengar
doa suaminya itu, tentu ia akan trenyuh dan merasa bahwa suaminya sangat
mencitainya. Ia pasti akan berpikir bahwa suaminya mencintai dia dengan
kekurangan dan kelebihannya.
Tapi, ketahuilah wanita mampu membaca
pikiran dan keinginan suaminya yang terselubung dan terpendam karena besarnya
rasa cinta pada istrinya. Istrinya pasti berpikir bahwa suami manapun didunia
ini pastilah ingin memiliki seorang anak. Itulah sebabnya, ada wanita yang rela
mencarikan istri untuk suaminya. Jangan salah, ketika seorang istri memutuskan
untuk memilihkan istri baru untuk suaminya, mereka telah memikirkan segalanya
dengan kepala matang. Mereka telah beristikharah dan memutuskan untuk
mengizinkan suaminya menikah dengan wanita lain, walau mereka tahu, hatinya
akan sakit menerima kenyataan itu. Kendati sang suami tak ingin memadunya, tapi
tetap saja wanita manapun pasti ingin melihat suaminya tersenyum dengan
kehadiran seorang anak di tengah-tengah keluarga. Bagi seorang wanita, itu
bukanlah sebuah keputusan yang mudah. Untuk melakukannya, butuh seribu satu
kekuatan dan keikhlasan hati yang sangat mendalam saat melihat orang yang
dicintainya bercumbu mesra dengan wanita lain. Walau ia sendiri yang mengizinkan,
namun tetap saja rasa cemburu itu hadir seketika tanpa ia pinta. Walau ia telah
berusaha menghilangkan rasa cemburu itu, tapi tetap saja ia takkan rela jika
ada wanita lain disamping suaminya selain dirinya. Ingatlah jika cemburu adalah
bagian dari rasa cinta. Seperti kata pepatah, “Love is nothing, without jealously”. Itulah mengapa ada wanita
yang rela dimadu oleh suaminya demi seorang hadirnya buah hati tercinta pelengkap
keharmonisan rumah tangga.
Lalu, jika kita sudah mengamati kejadian
seperti itu, masihkah kita akan mengatakan kalau wanita adalah makhluk egois
yang selalu ingin dimengerti tanpa pernah mau mengerti ? sadarkah kita dengan
apa yang telah seorang wanita lakukan untuk kita ?? saat ia rela melakukan
apapun demi orang yang dicintainya, ataupun saat ia rela mengorbankan bahkan
mengabaikan perasaannya sendiri, masihkah terpikir dalam benak kita jika wanita
adalah mahkluk yang keras kepala ?? dan saat kita tahu, apa yang sudah
dilakukannya, tidakkah kita trenyuh melihatnya ??? siapa yang tega dan siap
untuk dimadu ?? siapa yang mau disakiti tanpa mau menyakiti ?? siapakah yang
tak ingin menjadi seorang ibu ?? lalu, tidakkah ia kecewa dengan semua yang
telah dilakukannya ?? atau tidakkah ia cemburu atau sakit hati dengan
keputusannya ?? inilah wanita. Cintanya yang tulus, suci, dan tanpa syarat
telah mampu membuat para lelaki salut dan menghormatinya. Inilah bukti cinta
seorang wanita. Baginya, kehormatan dan harga diri orang yang dicintainya
disamaratakan dengan kehormatan agama yang dianutnya. Ia tak pernah peduli
seberapa besar rasa sakit hati dan cemburunya hadir ketika mereka harus menelan
pil pahit kehidupan yang belum pernah terpikirkan. Bagi seorang wanita, abdi
pada suami adalah surga, ridho suami, adalah ridho ilahi !!!!! jadi, banggalah
kalian para wanita, karena sesungguhnya pengorbanan cinta seorang wanita lebih
besar ketimbang harkat dan martabatnya sendiri. !! J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar