Jumat, 21 Februari 2014

SOSOK HEBAT ITU “WANITA”



                    Wanita !! sebuah kata yang mengisahkan beragam makna. Sebuah kata yang mewakilkan sebuah kehidupan nyata tentang sosok hebat yang sukses menjadi penentu kesuksesan dunia. Tanpanya, mungkin kita hanya sebutir debu yang tak ada artinya. Tanpa kasih sayangnya, mungkin kita hanya mutiara di lumpur yang tak pernah menunjukkan kilaunya. Dan tanpa perannya, kita hanyalah makhluk hidup yang tak berguna. Tapi, ketika kita berada dalam genggamannya, ketika kita berada dalam pelukannya, kita menjadi seseorang hebat yang mampu menaklukan kerasnya dunia !! itulah secarik bukti nyata, kalau ia adalah sesosok hebat yang mampu melahirkan generasi muda bertalenta dan berkualitas dunia !! ialah wanita !! seseorang yang mungkin akan terlihat rapuh dengan tergerusnya usia, atau jalannya yang mulai tak lagi kokoh seperti kala mudanya. Atau bahkan suaranya yang tak seindah alunan melodi. Atau mungkin, tubuhnya tak seanggun bunga sakura, tapi, kita tak bisa saja memandang ia sebelah mata. Karena beliaulah, kita menjadi seperti saat ini. karena tangan dinginnyalah kita menjelma menjadi sesosok manusia berkarakter dan berbudaya. Itulah jasanya !!! itulah bukti cinta dan kasih sayangnya yang tak pernah lekang termakan usia. Tapi, kita seolah tak adil padanya. Yang kita beri selama ini, hanyalah membuat dia menangis dan kecewa. Kita tak pernah tahu, seberapa sakit dan perih hatinya dengan segala macam tingkah laku kita yang terkadang menyesakkan dadanya. Ya.. inilah kita. Sebagai anak, suami, bahkan keluarga wanita adalah sosok hebat yang tak pernah rapuh di depan kita. Walau terkadang masalah kerap kali menghampirinya, tetap saja wanita mampu mengatasinya dengan senyuman yang terpancar indah dalam benaknya. Walau ujian seringkali menimpanya, tapi wanita terlihat mampu lebih tenang menghadapi masalahnya daripada lelaki yang terlihat lebih kokoh menghadapinya. Inilah kelebihan seorang wanita.
            Namun, rupanya banyak yang masih menganggap wanita adalah orang yang cukup menyebalkan karena omelan-omelannya yang boleh dibilang cukup panas terdengar di telinga. Tapi, walau kita tak bisa menafikannya, tetap saja kehadiran seorang wanita di tengah-tengah kita memiliki pro dan kontra yang hinga saat ini menjadi polemik yang cukup menarik untuk diperdebatkan. Tak bisa dipungkiri, wanita mampu menjadi dua jurang yang membelah diantara kisah kelam dan kisah yang sangat menginspirasi. Inilah yang hingga saat ini masih menjadi topic menarik dan tak sedikit yang menilai kalau wanita di zaman sekarang sudah tak sehebat dulu lagi. Jika pada zaman dulu, kedudukan wanita begitu sangat dihormati dan juga menjunjung tinggi nilai emansipasi wanita. Wanita pada zaman dulu, mampu menempatkan diri diantara karir dan keluarga. Banyak diantara mereka yang memilih berhenti dari dunia karir yang telah membesarkan namanya ketika memutuskan untuk melepas masa lajangnya. Mereka memilih fokus pada keluarga dan berbakti pada suami. Kini, memang sangat kontras terlihat. Banyak wanita yang lebih memilih karir daripada harus total menjadi ibu rumah tangga ketika memutuskan untuk memilih hidup sendiri terpisah dari keluarga. Ketika sudah mulai menjalin bahtera rumah tangga, banyak wanita yang mulai berpikir tentang kestabilan finansial mereka. Maka dari itu, mereka memutuskan untuk tetap melanjutkan karir mereka sembari menyandang status baru sebagai istri dan ibu rumah tangga. Toh, kita bisa lihat sendiri hasilnya kini. Mereka yang memilih menjalani peran sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga dari seorang suami yang kesibukannya cukup menyita waktu setiap hari, mampu menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Mengapa demikian ???? ketika dalam pekerjaan, wanita juga bisa setegas kaum lelaki dalam memimpin. Bahkan, ketegasan mereka mampu lebih tegas, karena hati wanita tak bisa sedikit saja tergores luka. Sekali luka itu teriris dalam hati, selamanya maaf tulus takkan terucapkan lagi.
            Tapi, ketika seorang wanita itu telah berada di rumah, maka status dan perannya pun berbeda pula. Mereka telah menjadi seorang istri dan bahkan seorang ibu yang memiliki peran banyak dalam berbakti pada suami dan mendidik anak-anaknya sepenuh hati. Mereka bukan lagi sosok tegas yang mampu memukul meja dengan sangat keras, tapi mereka telah berubah menjadi seseorang yang sangat lembut dan tenang, serta mampu menyejukkan mata yang memandang. Lantas kini, mengapa banyak orang yang menyalahkan wanita karena hidupnya yang kelam, kejam, ataupun memilih menjadi wanita karir daripada seorang ibu rumah tangga ??? jika wanita menjadi kejam itu karena emosinya yang tak bisa terkontrol dengan baik. Bahkan, ketika ada seorang wanita yang mampu membunuh buah hatinya, itu terjadi karena mereka kalut dan tertutupnya hati mereka sebagai ibu yang telah mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Mereka berpikir, anak-anaknya tak mau mengikuti semua perintahnya dan terkadang menyebalkannya. Inilah kita, anak-anaknya yang kerap kali membuat khilaf dan dosa. Mungkin saja, mereka berpikir telah capek mengurusi anak-anaknya dan ingin mengakhiri semuanya dengan cara yang singkat. Akhirnya, jalan membunuh anak-anaknya pun dipilih tanpa pertimbangan yang matang. Akibat yang ditimbulkan pun terbilang cukup fatal.  Tapi, wanita juga seorang manusia. Walau itu dosa, tapi tetap saja wanita takkan bisa luput dari khilaf dan dosa.
            Di lain sisi, kita bisa mengamati bagaimana sepak terjang seorang wanita. Tak bisa terelakkan lagi, kehadiran wanita di tengah-tengah bahtera rumah tangga adalah sebuah hal yang sangat indah. Wanita mampu menjadi peredam amarah dan emosi, mampu menyejukkan kepala dan hati akibat perdebatan hebat yang tak kunjung henti, atau menjadi tempat untuk mencurahkan segala kerisauan hati. Bagi seorang suami, wanita adalah sosok hebat, tegar, dan tegas. Sebuah kata bijak mengatakan, “dibalik kesuksesan seorang laki-laki, pasti ada peran wanita hebat dibelakangnya”. Ya,, ini adalah sebuah pepatah yang sangat masuk akal dan menyiratkan makna yang sangat mendalam. Saat seorang suami berada dalam puncak tertinggi kesuksesan, ingatlah pada istrinya, karena tanpa restunya, sukses itu tak kan datang dengan sendirinya. Saat suami berada dalam level keterpurukan, uluran tangan seorang istri adalah hal yang sangat dibutuhkan. Di saat-saat sulit itulah, sang istri menunjukkan pada suaminya bahwa di sampingnya, masih ada dan akan terus selalu ada orang yang akan membelanya dan berada di pihaknya, yang akan selalu mengutamakan perasaannya, dan akan menunjukkan betapa kuatnya sang istri menghadapi kejamnya ujian kehidupan. Walau hati seorang wanita akan sangat teriris melihat suaminya yang seolah tak punya nyali dan energi untuk bangkit kembali dari kegagalan, namun ketahuilah sang istri takkan pernah menunjukkan kesedihan apalagi tangis air mata di hadapan orang yang sangat dicintainya. Sang istri akan terus selalu mendampingi suaminya dan meyakinkannya, bahwa apapun yang t’lah dilakukannya takkan pernah berakhir sia-sia.
            Bagi seorang anak, wanita adalah ibu yang mengandung, melahirkan, merawat, serta membesarkan mereka dengan sepenuh cinta. Tak pernah sedetikpun sang ibu akan melewatkan kesempatan berkumpul demi buah hatinya. Baginya, kebahagiaan sang anak adalah hal yang paling didamba bagi seorang wanita. Sabda nabi, “surga dibawah telapak kaki ibu”. Itu menunjukkan bahwa ibu adalah sesosok hebat yang akan terus menghiasi perjalanan hidup seorang anak manusia. Tanpa cinta dan kasih sayangnya, kita takkan bisa menjadi seperti saat ini. inilah sekelumit bukti bahwa wanita adalah sesosok pribadi yang ulet, tangguh, kuat, dan hatinya setegar batu karang di lautan. Walau akan goyah dihempas ombak di tengah lautan, tapi wanita tetap akan selalu tegar menghadapi kokohnya masalah kehidupan. Jadi, inilah bukti wanita akan berkorban hati dan perasaan bagi orang-orang yang dicintainya. Cinta dan kesetiaannya tak perlu dipandang sebelah mata. Dan, sekali lagi inilah bukti, betapa hebat dan kuatnya seorang wanita. Bidadari dunia yang selalu menjadi penyejuk hati suami, dan keluarga.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar