Wanita !! sebuah kata yang
mengisahkan beragam makna. Sebuah kata yang mewakilkan sebuah kehidupan nyata
tentang sosok hebat yang sukses menjadi penentu kesuksesan dunia. Tanpanya,
mungkin kita hanya sebutir debu yang tak ada artinya. Tanpa kasih sayangnya,
mungkin kita hanya mutiara di lumpur yang tak pernah menunjukkan kilaunya. Dan
tanpa perannya, kita hanyalah makhluk hidup yang tak berguna. Tapi, ketika kita
berada dalam genggamannya, ketika kita berada dalam pelukannya, kita menjadi
seseorang hebat yang mampu menaklukan kerasnya dunia !! itulah secarik bukti
nyata, kalau ia adalah sesosok hebat yang mampu melahirkan generasi muda
bertalenta dan berkualitas dunia !! ialah wanita !! seseorang yang mungkin akan
terlihat rapuh dengan tergerusnya usia, atau jalannya yang mulai tak lagi kokoh
seperti kala mudanya. Atau bahkan suaranya yang tak seindah alunan melodi. Atau
mungkin, tubuhnya tak seanggun bunga sakura, tapi, kita tak bisa saja memandang
ia sebelah mata. Karena beliaulah, kita menjadi seperti saat ini. karena tangan
dinginnyalah kita menjelma menjadi sesosok manusia berkarakter dan berbudaya. Itulah
jasanya !!! itulah bukti cinta dan kasih sayangnya yang tak pernah lekang
termakan usia. Tapi, kita seolah tak adil padanya. Yang kita beri selama ini,
hanyalah membuat dia menangis dan kecewa. Kita tak pernah tahu, seberapa sakit
dan perih hatinya dengan segala macam tingkah laku kita yang terkadang
menyesakkan dadanya. Ya.. inilah kita. Sebagai anak, suami, bahkan keluarga
wanita adalah sosok hebat yang tak pernah rapuh di depan kita. Walau terkadang
masalah kerap kali menghampirinya, tetap saja wanita mampu mengatasinya dengan senyuman
yang terpancar indah dalam benaknya. Walau ujian seringkali menimpanya, tapi
wanita terlihat mampu lebih tenang menghadapi masalahnya daripada lelaki yang
terlihat lebih kokoh menghadapinya. Inilah kelebihan seorang wanita.
Namun, rupanya banyak yang masih
menganggap wanita adalah orang yang cukup menyebalkan karena omelan-omelannya
yang boleh dibilang cukup panas terdengar di telinga. Tapi, walau kita tak bisa
menafikannya, tetap saja kehadiran seorang wanita di tengah-tengah kita
memiliki pro dan kontra yang hinga saat ini menjadi polemik yang cukup menarik
untuk diperdebatkan. Tak bisa dipungkiri, wanita mampu menjadi dua jurang yang
membelah diantara kisah kelam dan kisah yang sangat menginspirasi. Inilah yang
hingga saat ini masih menjadi topic menarik dan tak sedikit yang menilai kalau
wanita di zaman sekarang sudah tak sehebat dulu lagi. Jika pada zaman dulu,
kedudukan wanita begitu sangat dihormati dan juga menjunjung tinggi nilai
emansipasi wanita. Wanita pada zaman dulu, mampu menempatkan diri diantara
karir dan keluarga. Banyak diantara mereka yang memilih berhenti dari dunia
karir yang telah membesarkan namanya ketika memutuskan untuk melepas masa
lajangnya. Mereka memilih fokus pada keluarga dan berbakti pada suami. Kini,
memang sangat kontras terlihat. Banyak wanita yang lebih memilih karir daripada
harus total menjadi ibu rumah tangga ketika memutuskan untuk memilih hidup
sendiri terpisah dari keluarga. Ketika sudah mulai menjalin bahtera rumah
tangga, banyak wanita yang mulai berpikir tentang kestabilan finansial mereka.
Maka dari itu, mereka memutuskan untuk tetap melanjutkan karir mereka sembari
menyandang status baru sebagai istri dan ibu rumah tangga. Toh, kita bisa lihat
sendiri hasilnya kini. Mereka yang memilih menjalani peran sebagai wanita karir
dan ibu rumah tangga dari seorang suami yang kesibukannya cukup menyita waktu
setiap hari, mampu menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Mengapa demikian
???? ketika dalam pekerjaan, wanita juga bisa setegas kaum lelaki dalam
memimpin. Bahkan, ketegasan mereka mampu lebih tegas, karena hati wanita tak
bisa sedikit saja tergores luka. Sekali luka itu teriris dalam hati, selamanya
maaf tulus takkan terucapkan lagi.
Tapi, ketika seorang wanita itu
telah berada di rumah, maka status dan perannya pun berbeda pula. Mereka telah
menjadi seorang istri dan bahkan seorang ibu yang memiliki peran banyak dalam
berbakti pada suami dan mendidik anak-anaknya sepenuh hati. Mereka bukan lagi
sosok tegas yang mampu memukul meja dengan sangat keras, tapi mereka telah
berubah menjadi seseorang yang sangat lembut dan tenang, serta mampu
menyejukkan mata yang memandang. Lantas kini, mengapa banyak orang yang
menyalahkan wanita karena hidupnya yang kelam, kejam, ataupun memilih menjadi
wanita karir daripada seorang ibu rumah tangga ??? jika wanita menjadi kejam
itu karena emosinya yang tak bisa terkontrol dengan baik. Bahkan, ketika ada
seorang wanita yang mampu membunuh buah hatinya, itu terjadi karena mereka
kalut dan tertutupnya hati mereka sebagai ibu yang telah mendidik dan membesarkan
anak-anaknya. Mereka berpikir, anak-anaknya tak mau mengikuti semua perintahnya
dan terkadang menyebalkannya. Inilah kita, anak-anaknya yang kerap kali membuat
khilaf dan dosa. Mungkin saja, mereka berpikir telah capek mengurusi
anak-anaknya dan ingin mengakhiri semuanya dengan cara yang singkat. Akhirnya,
jalan membunuh anak-anaknya pun dipilih tanpa pertimbangan yang matang. Akibat
yang ditimbulkan pun terbilang cukup fatal. Tapi, wanita juga seorang manusia. Walau itu
dosa, tapi tetap saja wanita takkan bisa luput dari khilaf dan dosa.
Di lain sisi, kita bisa mengamati
bagaimana sepak terjang seorang wanita. Tak bisa terelakkan lagi, kehadiran
wanita di tengah-tengah bahtera rumah tangga adalah sebuah hal yang sangat
indah. Wanita mampu menjadi peredam amarah dan emosi, mampu menyejukkan kepala
dan hati akibat perdebatan hebat yang tak kunjung henti, atau menjadi tempat
untuk mencurahkan segala kerisauan hati. Bagi seorang suami, wanita adalah
sosok hebat, tegar, dan tegas. Sebuah kata bijak mengatakan, “dibalik
kesuksesan seorang laki-laki, pasti ada peran wanita hebat dibelakangnya”. Ya,,
ini adalah sebuah pepatah yang sangat masuk akal dan menyiratkan makna yang
sangat mendalam. Saat seorang suami berada dalam puncak tertinggi kesuksesan,
ingatlah pada istrinya, karena tanpa restunya, sukses itu tak kan datang dengan
sendirinya. Saat suami berada dalam level keterpurukan, uluran tangan seorang
istri adalah hal yang sangat dibutuhkan. Di saat-saat sulit itulah, sang istri
menunjukkan pada suaminya bahwa di sampingnya, masih ada dan akan terus selalu
ada orang yang akan membelanya dan berada di pihaknya, yang akan selalu
mengutamakan perasaannya, dan akan menunjukkan betapa kuatnya sang istri
menghadapi kejamnya ujian kehidupan. Walau hati seorang wanita akan sangat
teriris melihat suaminya yang seolah tak punya nyali dan energi untuk bangkit
kembali dari kegagalan, namun ketahuilah sang istri takkan pernah menunjukkan
kesedihan apalagi tangis air mata di hadapan orang yang sangat dicintainya.
Sang istri akan terus selalu mendampingi suaminya dan meyakinkannya, bahwa
apapun yang t’lah dilakukannya takkan pernah berakhir sia-sia.
Bagi seorang anak, wanita adalah ibu
yang mengandung, melahirkan, merawat, serta membesarkan mereka dengan sepenuh
cinta. Tak pernah sedetikpun sang ibu akan melewatkan kesempatan berkumpul demi
buah hatinya. Baginya, kebahagiaan sang anak adalah hal yang paling didamba
bagi seorang wanita. Sabda nabi, “surga dibawah telapak kaki ibu”. Itu
menunjukkan bahwa ibu adalah sesosok hebat yang akan terus menghiasi perjalanan
hidup seorang anak manusia. Tanpa cinta dan kasih sayangnya, kita takkan bisa
menjadi seperti saat ini. inilah sekelumit bukti bahwa wanita adalah sesosok
pribadi yang ulet, tangguh, kuat, dan hatinya setegar batu karang di lautan.
Walau akan goyah dihempas ombak di tengah lautan, tapi wanita tetap akan selalu
tegar menghadapi kokohnya masalah kehidupan. Jadi, inilah bukti wanita akan
berkorban hati dan perasaan bagi orang-orang yang dicintainya. Cinta dan
kesetiaannya tak perlu dipandang sebelah mata. Dan, sekali lagi inilah bukti,
betapa hebat dan kuatnya seorang wanita. Bidadari dunia yang selalu menjadi
penyejuk hati suami, dan keluarga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar