Selasa, 04 Maret 2014

YANG LALU ADALAH KENANGAN DAN PELAJARAN

Masa lalu adalah sebuah cerita usang yang tak mungkin lagi bisa terulang. Sebuah cerita yang memiliki banyak kenangan dan sebuah hikmah pembelajaran yang bisa kita ambil didalamnya. Namun, tak sedikit yang rupanya masih memendam setitik penyesalan karena mungkin telah mengabaikan peristiwa indah di masa lalu. Ada juga yang merasa senang dan bahagia begitu tahu kalau masa lalunya menjadi sebuah sejarah yang berguna bagi jejak hidupnya di masa yang akan datang. Lantas, bagaimana seharusnya kita menyikapi hal yang seperti ini ?? haruskah kita berdiam diri dan meratapi semua yang telah berlalu ?? ataukah kita malah acuh dan senang karena masa lalu telah terlewati ?? setidaknya, kita tidak bisa menghakimi sebuah masa lalu dan memandangnya dari satu sudut pandang saja. Kalau kita menghakiminya, kita seolah tak menerima takdir Tuhan. Ingatlah, masa lalu adalah sebuah cerita yang bisa saja menjadi sebuah proses untuk meraih segala sesuatu yang kita ingin. Tetapi, kita juga tidak sepatutnya untuk berbesar hati ataupun bangga pada sebuah masa lalu. Bangga sih boleh saja, asal kita tetap bisa untuk mengontrol diri dan emosi. Mengapa demikian ?? masa lalu tentu memiliki banyak cerita. Entah itu dengan linangan air mata, atau pancaran bahagia. Namun, kita harus tetap sadar bahwa masa lalu memiliki andil yang cukup penting untuk menempa jati diri kita untuk menjadi lebih baik ke depannya. Dengan sebuah masa lalu, seorang manusia menjadi lebih dewasa dalam bersikap dan mengambil setiap keputusan terhadap permasalahan hidup yang seringkali membelitnya.
Tetapi, kita harus tetap ingat, masa lalu tidak selamanya menyimpan kenangan manis dan indah saja. Tidak sedikit sebuah masa lalu, menyimpan luka yang teramat dalam. Nah, jika luka sudah terlanjur tergoreskan, dan sakit hati sudah terlanjur dirasakan, jangan sampai malah membuat kita membenci masa lalu. Masa lalu tetaplah sebuah masa lalu yang takkan kembali ke dalam kehidupan kita. Dan masa lalu tetap menjadi sebuah memori usang yang akan terus menjadi sebuah rangkaian kisah dalam perjalanan hidup kita. Karena, masa lalu adalah sebuah fatamorgana yang selalu bermetamorfosa dalam sebuah kehidupan nyata. Sebuah pepatah berujar “”jadikanlah masa lalumu, sebagai awal dari masa depanmu”. Ini berarti masa lalu menjadi sebuah cerita vital dan tak bisa terpisahkan bagi kelanjutan hidup kita kedepan. Awal dari sebuah masa depan, adalah akhir dari cerita masa lalu. Apapun yang terjadi kemarin, kita bisa ambil hikmahnya. Pelajari semua itu, telaah dengan hati tenang, dan ambillah kesimpulan dengan pikiran yang jernih agar kita menjadi sosok yang jauh lebih matang saat menghadapi keras dan kejamnya skenario kehidupan.
Manusia seperti kita memang bukanlah sosok yang sempurna. Kita pasti memiliki sebuah pengalaman pahit ataupun manis. Tetapi, jika kita bisa memperbaiki cerita di masa lalu, bukan tidak mungkin kita akan bisa menjadi seseorang yang memiliki integritas tinggi dan juga jiwa naluri jiwa sosial yang tinggi pula. Jika kita amati masa lalu ini dari sudut pandang yang lain, seperti menyangkut yang namanya CINTA, pasti masa lalu memiliki peran yang cukup besar bagi setiap keharmonisan hubungan. Bagaimana bisa hal itu terjadi ?? coba kita amati dan kita dengar dengan seksama setiap hubungan itu. Sebuah kata bijak mengatakan, “janganlah kamu sesekali mencintai seseorang dengan cerita hidupnya yang sekarang, karena kamu bisa saja kecewa dengan kehidupan masa lalunya. Tapi, cintailah seseorang dengan kamu menerima masa lalunya, agar kamu tahu seperti apa dia dulu dan kamu kamu bisa berbahagia dengan hidupnya saat ini”. itu menunjukkan kalau masa lalu adalah sebuah babak dari skenario Tuhan yang memang harus kita terima dengan lapang dada. Saat kita mau menerima kelebihan dan kekurangan seseorang yang kita cinta, itu berarti kita mau tidak mau harus menerima semua masa lalunya. Karena, jika kita tahu masa lalunya seburuk apapun itu, dan kini ia bisa berubah maka kita akan bangga padanya, dan tentunya rasa cinta kita akan lebih besar dari sebelumnya.
Tak hanya itu, rasa cinta itu akan dilengkapi dan disempurnakan dengan keyakinan hati untuk setia dan percaya. Dengan begitu, keharmonisan hubungan akan terus terjaga karena setiap insannya menjunjung tinggi rasa percaya. Maka, apa salahnya dengan masa lalu ??? setiap orang pasti memiliki sebuah masa lalu. Itu adalah sebuah ketetapan Tuhan yang tidak bisa kita langgar. Masa lalu hanyalah sepenggal kisah di masa dulu, dan kisah itu akan terus menjadi bagian dari kisah kehidupan yang akan saling berkesinambungan. Lalu, bagaimana kini bersikap ??? inilah pertanyaan yang kerap kali hadir dalam benak kita. Tak bisa kita pungkiri, kita seringkali sulit melupakan masa lalu. Entah karena memiliki cerita, atau hanya angin lalu saja, tetap saja masa lalu adalah hal yang tak mudah dilupakan ataupun dihapuskan. Masa lalu seolah menegur kita untuk bereaksi terhadap sebuah permasalahan yang menimpa seseorang. Namun, belajarlah dari pengalaman masa lalu adalah solusi tepat untuk kita bisa berbenah dan memperbaiki hidup. Mengapa demikian ??? sepahit dan seburuk apapun masa lalu, pastilah memiliki pelajaran. Nah, kita ambil saja positifnya !!! mudah bukan ??? lalu, bagaimana jika masa lalu itu memiliki history yang sangat kuat dan lekat dengan emosi ??? kalau sudah begitu, jalan satu-satunya adalah menjadikan masa lalu sebagai sebuah kenangan. Ingatlah, kenangan adalah hal yang tak mungkin bisa terlupakan sepanjang hidup kita. Walau pada akhirnya kita menyadari, kenangan itu takkan kembali, setidaknya ingatlah semua yang pernah terjadi. Ingatlah semua kisah manis yang pernah dialami. Insyaallah dengan begitu, hati ini seolah lapang dan tak memiliki beban. Dengan begitu, masa-masa indah di waktu lalu takkan pernah lekang terhapus oleh massa dan waktu.

Tapi, rasanya tidak adil jika kita hanya mengoreksi sebuah cerita masa lalu. Kita harus mengakui, bahwa masa lalu tetaplah sebuah hal yang cukup berkesan dalam hidup kita. Tanpa adanya sejarah masa lalu, tentu kita takkan berada dalam posisi seperti saat ini. memang, masa lalu adalah sebuah cerita yang kita tak perlu lagi untuk mengungkitnya. Bukan bermaksud untuk kembali mengingat semua yang telah berlalu, tapi setidaknya kita bisa mengambil secuil hikmah dibalik semua yang pernah terjadi. Pepatah pernah berujar, “hidup takkan menjadi berwarna, tanpa hadirnya sebuah masa lalu”. Ini membuktikan kalau masa lalu, memiliki kesan dan pesan. Jadi, kesimpulannya, biarlah masa lalu itu terlewati seiring dengan berjalannya waktu. Namun, satu hal yang harus kita ingat dalam benak kita, masa lalu adalah sebuah cerita lalu. Tapi, tetap saja masa lalu adalah kejadian yang akan mengingatkan kita dengan segudang kenangan dan seribu satu pelajaran yang akan terus terukir rapi dalam memori sampai Ilahi memanggil tuk terakhir kali. !! J

“AKU INGIN SEPERTI MEREKA”

Aku ingin seperti mereka yang tidak pernah merasakan sakitnya anggota tubuh atau persendian yang bermasalah karena kecelakaan fisik. Aku ingin seperti mereka yang bisa berjalan tanpa meringis kesakitan. Aku ingin seperti mereka yang mampu melakukan semua aktivitas tanpa bantuan dan pertolongan. Aku ingin seperti mereka yang bisa tersenyum menyongsong hari berganti. Aku ingin seperti mereka yang bisa melompat kegirangan meluapkan segala ekspresi kegembiraan. Aku ingin seperti mereka yang bisa berlari menikmati masa muda dengan penuh keceriaan. Tapi bagaimana dengan aku ?? Aku yang hanya bisa menunggu tanpa kepastian kapan kembali bisa menyongsong hari dengan senyuman. Aku yang nyaris dipapah karena kondisi fisik yang tak lagi prima. Aku ingin menangis dan menumpahkan segala emosi yang berkecamuk dalam hati. Namun aku tak tahu pada siapa pundak dan bahu ini aku sandarkan, karena saat ini aku tak lagi memiliki sandaran yang akan selalu mendengarkan semua jeritan hatiku yang meradang.
            Aku ingin kembali seperti dulu, merasakan indahnya hidup yang sekarang hanya bisa kulihat putih dan abu-abu. Tak ada lagi merah, jingga, dan putih dalam hidupku. Semua kelabu dan nyaris tak ada warna dengan kondisiku yang berubah drastis ini. Saat ini, tak ada lagi senyuman, tak ada lagi keceriaan, bahkan luapan kegembiraan. Yang ada hanyalah rintihan rasa sakit yang terus berkecamuk dalam batin yang aku sendiri tidak tahu kapan semua ini akan berakhir. Langkah kakipun kini tak lagi bisa seperti dulu, bahkan untuk berdiri saja susahnya bukan main. Tapi, aku tidak mau kalah dengan iblis. Aku tidak mau iblis justru semakin tertawa melihat aku yang tak lagi punya energy untuk bangkit dan berdiri. Aku sadar, jalan hidup ini masih panjang. Masih akan ada “kejutan-kejutan” dari Tuhan yang pastinya akan mengubah skenario kehidupan.
            Saat ini, jauh di dalam lubuk hati rasa sakit ini aku tahan dan aku berusaha untuk tidak kembali menangis dan terpuruk dengan kondisiku. Aku sadar saat ini, tak ada satupun keluarga besarku yang tahu masalah yang sebenarnya menimpaku. Aku tidak mau mereka khawatir dengan keadaanku. Aku tidak mau mereka mencemaskan kondisiku yang nyaris tak sanggup lagi berjalan dengan sempurna. Tapi, aku tak mau memberitahu mereka. Aku tidak mau menambah keruh permasalahan yang ada. Biarlah saat ini hingga tiba waktunya nanti, aku yang menanggung semua sakit ini sendiri. Biarlah aku yang merasakan betapa menderitanya hidup tanpa didampingi kedua orang tua tercinta. Biarlah mereka tahu aku dalam keadaan baik-baik saja. Biarlah mereka tahu kesibukan dan kepadatan jadwal kuliahku yang semakin menyita waktuku untuk istirahat. Dan lagi, aku tidak mau membagi ini semua kepada semua teman-temanku. Aku tidak mau mereka mengasihaniku. Biarlah aku berjalan dengan sekuat dan semampuku. Yang sakit adalah kaki kananku, bukan seluruh anggota tubuhku. Jadi, aku masih bisa beraktivitas dengan anggota tubuhku yang lain. Yang sakit itu kaki kananku, bukan otakku. Jadi, aku masih bisa berpikir jernih dalam memutuskan sesuatu.
            Hari ini, kembali lagi impian itu pun terlintas dalam benakku. Sebuah mimpi yang teramat aku nanti kedatangannya. Aku ingin bisa berjalan seperti dulu lagi, aku ingin kembali tertawa dan meluapkan kegembiraan layaknya orang normal. Namun tampaknya, aku harus mengubur dahulu impian itu hingga tiba waktunya nanti. Karena hingga detik ini, rasa sakit ini masih menghinggapi hati dan entah kapan semua akan berakhir. Sekarang, aku hanya ingin menikmati saja skenario Tuhan. Aku hanya ingin tertawa lepas seolah tanpa beban. Aku hanya ingin merasa aku dalam kondisi baik-baik saja, walau terkadang batinku meringis kesakitan. Aku tak boleh selalu larut dalam kegundahan hati yang tak berhak untuk kunikmati. Aku yakin dengan semua rencana yang Tuhan berikan kepadaku.       
            Aristoteles berkata, “nikmatilah hidup ini walau bagaimanapun kondisimu. Yakinlah, ufuk pagi masih menanti senyuman manismu”. Tak hanya itu, pepatah mengatakan, “tersenyumlah sekalipun kau sedang menangis”. Saat ini, mungkin tubuhku yang sakit, tapi tidak dengan jiwa dan hatiku. Saat ini, aku berusaha kembali tersenyum dan menegakkan kepala yang sempat tertunduk karena ujian berat yang sempat menghancurkan mentalku. Jika aku terus bersedih, itu tandanya aku kalah dalam perang. Tidak !!!!!! Aku tidak mau jadi manusia pengecut yang tidak mau menerima keputusan yang telah ditetapkan oleh Sang Pemilik Kehidupan. Aku harus bangkit dan berdiri. Separah apapun kondisiku, jangan sampai orang mengira aku tenggelam dalam jurang yang terdalam. Aku memang ingin seperti mereka yang bisa merasakan setiap detik kebahagiaan dengan anggota tubuh yang sempurna tanpa ada kecacatan. Tapi, aku sadar tak semua manusia itu memiliki kesempurnaan. Kekurangan itu akan terasa lengkap jika kita mau ikhlas dan mensyukurinya sebagai anugerah terinda dari-Nya. Aku tidak akan malu dengan kondisiku. Sejelek apapun orang memandangku saat ini, aku tak mau lagi menggubrisnya dengan tanggapan ini dan itu. Aku yakin, ini adalah cara terbaik dari-Nya untuk membimbingku demi meraih ridho-Nya. Aku pun yakin, ini akan jadi pelajaran terbaik buatku untuk tidak lagi teledor dan lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu.
Karena, kita tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya. Aku yakin akan semua rencana-Nya, dan aku yakin semua ini akan berakhir indah pada waktunya..  
Ya Allah Ya Rabb.. Dikeheningan malam aku bermunajat kepada-Mu, berharap semua ini akan segera berakhir dengan senyuman indah. Aku tak tahu kapan aku bisa seperti mereka, merasakan hangatnya dunia dan lembutnya mentari menyapa jiwa. Aku tak tahu kapan aku bisa berjalan, berlari, dan melompat merasakan luapan kegembiraan yang entah kapan akan kembali Engkau berikan. Ya Allah… Di sepertiga malam aku menangis dalam sujudku memohon segala pintu taubat-Mu untuk hamba-Mu yang masih bergelimang dosa. Ya Allah.. Jangan sampai ujian ini justru membuat aku semakin menjauhi-Mu dan membuat aku lupa pada tujuan utama dalam hidupku. Ya Allah.. Engkaulah tempat aku mengadu segala keluh kesahku. Engkaulah tempatku untuk berserah diri memohon ampunan dan syafaat-Mu. Ya Allah… aku ingin berhuznudhan kepada-Mu, bahwa apa yang hari ini terjadi semua adalah kehendak-Mu.. Tabahkan hatiku menghadapi semua ujian-Mu Ya Rabb..   Amin….

Dan, demikianlah semua harus terjadi karena memang harus terjadi. Hidup ini terus berlanjut. Kita semua pun pernah merasakan yang namanya kecewa, putus asa, bahkan terluka.  Kita semua juga pernah merasakan cinta yang membawa kita ke tempat tertinggi. Kita lalu merasakan yang namanya terjatuh karena kesalahan kita sendiri. Kita tidak mati, tapi lukanya membuat kita tidak bisa berjalan seperti dulu lagi.  

14 JANUARI

Tahun 2014 pastinya memiliki cerita yang berbeda dari tahun sebelumnya. Karena menurutku setiap tahunnya pasti akan meninggalkan kesan dan kenangan mendalam yang takkan mudah untuk dilupakan. Namun, aku tak menyangka bahwa ditanggal “14”, tanggal yang nyaris setiap tahunnya berusaha kulupakan karena kelamnya kisah masa lalu yang tak ingin lagi terulang, tiba-tiba tanggal tersebut memberikan aku banyak sekali pelajaran tentang arti dari sebuah kekompakan, persaudaraan, dan persahabatan. Terharu. Itulah kata pertama yang meluncur dari mulutku begitu tahu bahwa menjaga tali persaudaraan itu bisa kita ungkapkan dengan apa saja. Dan, itu terbukti dengan “surprise” party kecil-kecilan untuk kawan dan sahabatku yang membuat aku harus ikut terkena getahnya. Walau hanya party kecil-kecilan “birthday”, buatku itu sangat berharga. Karena dari sinilah, kita membangun kekompakan dan solidaritas kita guna tetap menjaga utuhnya persaudaraan dan persahabatan.
            Sulit rasanya bagiku melukiskan betapa bahagianya hari itu. Padahal, tidak pernah terlintas dalam benakku, bahwa akan ada kisah yang teramat sayang untuk dilupakan di tanggal yang nyaris tak pernah aku anggap dalam hidupku. Tapi, kejadian tersebut membuat aku justru ingin selalu mengulang cerita yang sama di tanggal yang sama pula. Dan, puncaknya terjadi ketika aku “lunch” hanya “berdua” dengan sahabatku di sebuah warung makan daerah kampus yang membuat aku makin jatuh cinta dengan tanggal itu. Rasanya, ketika aku bisa menghabiskan waktu walau hanya berdua saja dengan sahabatku yang berulang tahun dua hari sebelumnya, tapi kena semprot di tanggal tersebut, membuat cerita di ditanggal tersebut semakin lengkap. Makan siang yang hanya berdua sembari memberi seuntai kado kecil dan murah, membuat aku merasa sahabat itu adalah orang yang tidak akan pernah meninggalkan kita disaat tak ada satupun orang yang peduli dengan kita.
            14 Januari meninggalkan kesan yang cukup mendalam bagi hidupku. Mereka adalah saksi bisu ketika aku mulai jatuh hati dengan tanggal ini. Alasannya simple dan lugas, karena mereka mampu membuat aku tertawa dan ceria, saat itulah aku berpikir betapa berharganya mereka dalam hidupku. Sungguh, aku tidak menyangka semua akan berakhir dengan cerita sempurna yang membuat aku terharu sekaligus bangga. Bangga karena aku bisa ikut campur dalam “event” gila dan spektakuler ini. Spekatakuler karena baik pemeran maupun sang pengisi acara harus terkena getahnya. Gila karena ini kocak dan dramatis.
            Namun, hal ini justru mampu membuat aku terharu karena hari itu aku ajak sahabatku untuk pergi hanya berdua menyusuri damainya kota Jember sembari mencari tempat untuk berteduh dan mengisi tenaga di tengah ramainya pusat kota. Akhirnya, disudut kota aku pun menemukan tempat yang cocok buatku dan dia untuk makan siang berdua dan inilah kali pertama aku menitikkan air mataku di depan umum. Karena, sejak dulu aku tidak pernah mau mengeluarkan air mataku di depan orang. Bukan bermaksud gengsi atau sok jual mahal, tapi dari dulu aku selalu berprinsip aku bukan orang yang mau membagi kesedihan dan air mataku dengan orang lain. Aku selalu berpikir biarlah aku sendiri yang tahu betapa sedih dan lukanya hatiku. Biarlah aku sendiri yang merasakan betapa remuk dan hancurnya jiwaku saat itu. Tapi, ketika sekuat tenaga aku berusaha untuk menahannya untuk tidak jatuh membasahi kelopak mata, setetes air mata bening pun jatuh tanpa bisa kubendung lagi. Apalagi, ketika melihat dia menitikkan air mata, aku semakin tak kuasa menahan tetesan air mata ini.
            14 Januari ku, kau pemilik semua kenangan indah dan masa-masa ku yang teristimewa. Kau juga pemilik semua balutan kisah kelamku di masa lalu. Kau telah mampu meluluhkan kerasnya dinding hatiku saat aku nyaris tak mau mengingat mu dan ukiran kisahnya pun kau balut mesra sehingga membuat aku jatuh hati kepadamu. Aku tak tahu mengapa kini aku sangat mengingat memori manis itu, padahal sedari dulu aku tak pernah menganggap kau ada dalam kalender kehidupanku. Mungkin, dengan begitu pahitnya masa lalu itu, justru membuat aku cinta mati padamu. Bahkan, entah mengapa perlahan tapi pasti aku mulai melupakan semua yang pernah terjadi dan sempat menggoreskan luka di hati.
            Kawanku.. “happy birthday ke-20”. Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untukmu dan semoga apapun yang kau impikan bisa tercapai di usiamu yang kini beranjak dewasa. Tak lupa pula, segala doa kupanjatkan kepada-Nya semoga Allah senantiasa melindungimu dimanapun kau berada. Dan, untuk sahabatku.. “happy birthday ke-20”. Semoga Allah akan tetap memberikan rahmat-Nya kepadamu, semua syafaat-Nya dan mengistikomahkanmu di jalan-Nya. Serta, semoga semuanya berjalan sesuai dengan yang kau harapkan. Selain itu, seberkas doa ku lantunkan kepada-Nya, semoga Allah akan selalu meridhoi setiap derap langkahmu dijalan-Nya dan dari jauh aku berdoa semoga kau mendapatkan yang terbaik dari yang terbaik.


            Untuk kawanku dan sahabatku… Terima kasih karena kisah kalian membuat aku sadar dan mengerti betapa mahalnya semua kisah yang terjadi kemarin dan hari ini. Kini aku sadar, cerita indah itu takkan pernah terlukiskan jika tak ada yang namanya “kekompakan dan persahabatan”. Walau aku harus kena getahnya, walau aku juga basah terkena cipratan airnya, tapi itu semua berakhir dengan indah dan menyenangkan. Sumpah, ini adalah “14” pertama yang mengesankan dan kenangannya masih belum hilang dari ingatan. Kawan dan sahabatku.. Kalianlah dua sosok yang mampu membuat aku tertawa dan berbahagia di tanggal “14”. Jujur, kalian adalah dua orang pertama yang mampu menorehkan kisah manis setelah sekian lama aku mengubur semua cerita di tanggal kelabu itu. Terima kasih karena kalian telah menyentilku bahwa setiap hari akan memiliki cerita yang berbeda dan tak boleh dilewatkan begitu saja. Terima kasih, karena dari kalian aku belajar betapa indahnya hidup damai dan berdampingan tanpa ada perselisihan. Terima kasih karena kalian telah mengajari aku bahwa menyatukan banyak perbedaan bisa kita lakukan ketika hati telah kompak dan bersatu dalam tali pertemanan.

            Kawan dan sahabatku… Maaf jika hanya ini yang bisa aku berikan kepada kalian. Karena aku tak tahu apa yang bisa aku beri setelah begitu banyak yang kalian berikan padaku. Aku tak butuh emas permata, intan berlian ataupun tumpukan uang rupiah. Hanya satu yang kupinta dari kalian, tetaplah jadi teman terbaikku dan tetaplah jadi sahabat yang selalu ada buatku. Karena kalian, aku sadar bahwa “kekompakan” itu mahal harganya. Terima kasih kawan dan sahabatku.. Semoga Allah senantiasa merahmati kalian. Dari jauh aku berdoa untuk kesuksesan kalian berdua. Selamat berjuang. Sampai berjumpa kembali di tangga kesuksesan.