CINTA dalam
pandangan islam tentu sangat jauh berbeda dari yang telah kita lihat selama
ini. Banyak di antara kita, yang tidak tahu bagaimana islam memperlakukan
sebuah CINTA. Sejauh ini, kita hanya bisa melihat dan mengamati cinta sebagai
sebuah nafsu birahi untuk meloloskan hasrat kita dalam bercinta. Padahal, dalam
Al-Qur’an, islam memperlakukan cinta
begitu indah, seindah para kekasih ALLAH mereguk cinta.
Dalam pandangan islam, cinta yang
halal hanya bisa kita dapatkan dalam ikatan suci pernikahan. Namun kini, banyak
pemuda-pemudi yang memanfaatkan jalan pintas untuk mewujudkan hasrat syetan
mereka. Ini sungguh di luar tatanan islam. Dan, sungguh mengerikan, yang
melakukan hal keji dan bejat seperti itu adalah mereka yang mengaku beragama
islam. Sungguh ini adalah sebuah dosa besar !! mereka tahu agama, dan mengenal
syariat, mengapa yang keji dan buruk juga masih dilakukan ?? inilah pertanyaan
yang selalu terlintas di benak kita. Jawaban yang cukup masuk akal adalah
karena mereka tidak di bekali dengan iman yang kuat dalam hati mereka, sehingga
mereka dengan mudahnya melakukan hal yang dilarang oleh agama.
Islam sama sekali tak melarang kita
untuk bercinta. Karena cinta adalah hak kita dan merupakan karunia Allah azza
wajallah. Namun, jika kita mampu untuk bersikap bijak, tentu tak kan terjerumus
ke dalam perbuatan nista. Cinta yang patut kita agung-agungkan adalah cinta
yang telah terpatri dalam ikatan suci pernikahan. Cinta yang halal, dan
mendatangkan keberkahan bagi yang bercinta. Cinta yang telah berlandaskan
agama, dan yang insyaallah akan terus terjaga sampai nyawa terpisah dengan
raga. Inilah definisi cinta yang suci nan sejati. Cinta yang datang di waktu
muda atau pada zaman sekarang adalah pacaran, maka itu tidak disebut dengan
cinta, melainkan sebuah nafsu semata untuk memiliki orang yang kita cinta.
Seharusnya, kita tidak boleh terlena begitu saja apabila kita mendengar ada
orang yang mengatakan cintanya pada kita dan berkata : “Aku sangat mencintaimu.
Aku ingin kau yang terakhir untukku. Percayalah padaku, bahwa aku akan setia
padamu, dan takkan pernah ku khianati cintamu”. Itu adalah sebuah ucapan dan
hanya berasal dari bibir saja. Bukan berasal dari lubuk hati yang paling dalam.
Kini, kita bisa mengamati bahwa pada
zaman era modern seperti sekarang, pacaran bukanlah hal yang tepat untuk
mengatakan cinta pada seseorang yang kita puja. Sekarang remaja muslimah seolah
berada dalam dilematis karena ingin menjaga kesuciannya di tengah fitnah jaman
yang serba permisif. Namun, tak sedikit di antara mereka tetap berkomitmen
menjaga aturan agama. Begitu dahsyatnya belaian sang cinta, justru cinta kita
menimbulkan energi dan kekuatan untuk semakin dekat kepada Tuhan. Akhirnya
tidak ada pilihan lain bagi kita, kecuali sebuah keputusan untuk menunggu sang
arjuna hati, hanya di pelaminan.
Oleh karena itu, marilah kita
bermimpi meraih mimpi-mimpi indah dalam ikatan suci pernikahan. Tetapi ingat berangkat
dari sebuah motivasi besar untuk membangun rumah tangga dengan penuh tanggung
jawab. Untuk sebuah kesucian, untuk sebuah kedamaian, untuk cinta dalam ikatan
sakral dan untuk sebuah masa depan yang diridhai Tuhan.
Begitulah ulasan singkat tentang
cinta dalam pandangan islam. Siapa tahu, setelah membaca renungan ini, kita bisa
meraih idealitas cinta yang diridhai Ilahi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar