Sabtu, 22 Februari 2014

CINTA DALAM PANDANGAN ISLAM



            CINTA dalam pandangan islam tentu sangat jauh berbeda dari yang telah kita lihat selama ini. Banyak di antara kita, yang tidak tahu bagaimana islam memperlakukan sebuah CINTA. Sejauh ini, kita hanya bisa melihat dan mengamati cinta sebagai sebuah nafsu birahi untuk meloloskan hasrat kita dalam bercinta. Padahal, dalam Al-Qur’an,  islam memperlakukan cinta begitu indah, seindah para kekasih ALLAH mereguk cinta.
            Dalam pandangan islam, cinta yang halal hanya bisa kita dapatkan dalam ikatan suci pernikahan. Namun kini, banyak pemuda-pemudi yang memanfaatkan jalan pintas untuk mewujudkan hasrat syetan mereka. Ini sungguh di luar tatanan islam. Dan, sungguh mengerikan, yang melakukan hal keji dan bejat seperti itu adalah mereka yang mengaku beragama islam. Sungguh ini adalah sebuah dosa besar !! mereka tahu agama, dan mengenal syariat, mengapa yang keji dan buruk juga masih dilakukan ?? inilah pertanyaan yang selalu terlintas di benak kita. Jawaban yang cukup masuk akal adalah karena mereka tidak di bekali dengan iman yang kuat dalam hati mereka, sehingga mereka dengan mudahnya melakukan hal yang dilarang oleh agama.
            Islam sama sekali tak melarang kita untuk bercinta. Karena cinta adalah hak kita dan merupakan karunia Allah azza wajallah. Namun, jika kita mampu untuk bersikap bijak, tentu tak kan terjerumus ke dalam perbuatan nista. Cinta yang patut kita agung-agungkan adalah cinta yang telah terpatri dalam ikatan suci pernikahan. Cinta yang halal, dan mendatangkan keberkahan bagi yang bercinta. Cinta yang telah berlandaskan agama, dan yang insyaallah akan terus terjaga sampai nyawa terpisah dengan raga. Inilah definisi cinta yang suci nan sejati. Cinta yang datang di waktu muda atau pada zaman sekarang adalah pacaran, maka itu tidak disebut dengan cinta, melainkan sebuah nafsu semata untuk memiliki orang yang kita cinta. Seharusnya, kita tidak boleh terlena begitu saja apabila kita mendengar ada orang yang mengatakan cintanya pada kita dan berkata : “Aku sangat mencintaimu. Aku ingin kau yang terakhir untukku. Percayalah padaku, bahwa aku akan setia padamu, dan takkan pernah ku khianati cintamu”. Itu adalah sebuah ucapan dan hanya berasal dari bibir saja. Bukan berasal dari lubuk hati yang paling dalam.
            Kini, kita bisa mengamati bahwa pada zaman era modern seperti sekarang, pacaran bukanlah hal yang tepat untuk mengatakan cinta pada seseorang yang kita puja. Sekarang remaja muslimah seolah berada dalam dilematis karena ingin menjaga kesuciannya di tengah fitnah jaman yang serba permisif. Namun, tak sedikit di antara mereka tetap berkomitmen menjaga aturan agama. Begitu dahsyatnya belaian sang cinta, justru cinta kita menimbulkan energi dan kekuatan untuk semakin dekat kepada Tuhan. Akhirnya tidak ada pilihan lain bagi kita, kecuali sebuah keputusan untuk menunggu sang arjuna hati, hanya di pelaminan.
            Oleh karena itu, marilah kita bermimpi meraih mimpi-mimpi indah dalam ikatan suci pernikahan. Tetapi ingat berangkat dari sebuah motivasi besar untuk membangun rumah tangga dengan penuh tanggung jawab. Untuk sebuah kesucian, untuk sebuah kedamaian, untuk cinta dalam ikatan sakral dan untuk sebuah masa depan yang diridhai Tuhan.
            Begitulah ulasan singkat tentang cinta dalam pandangan islam. Siapa tahu, setelah membaca renungan ini, kita bisa meraih idealitas cinta yang diridhai Ilahi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar